Main Article Content

Abstract

Background: Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) is an infectious disease because of dengue virus transmission through the bite of Aedes aegypti. Dengue cases in Palaran has increased sharply from January to November 2018. There were 218 morbidity of this number of cases with 1 mortality case. Meanwhile in 2017, the number of morbidity cases just 28 cases and no cases of death.


Objective : To know the perception and early action of family for fever symptoms on the outbreak of Dengue Hemorrhagic Fever in Palaran Public Health Center Samarinda.


Method: Quantitative descriptive study with 102 respondents who obtained directly through perception questions and early actions of families against fever symptoms on an area of the outbreak of dengue hemorrhagic fever in Palaran Public Health Center Samarinda period from October to December 2018.


Results: Families with the initial perception of fever due to other diseases (77.5%), the initial perception no danger fever (63.7%), the initial act of family medicine came to the health center (30.47%)


Conclusion: Families perception and early action against fever symptoms on the outbreak events of dengue hemorrhagic fever in Palaran Public health center Samarinda period from October to December 2018 found family with the initial perception of another fever illness, initial perception of fever is not the danger, the initial act of family medicine at the most come to the health center.


 


Keywords: DHF, outbreak, perception, risk, early action

Keywords

DHF outbreak perception risk early action DBD KLB persepsi risiko bahaya tindakan awal

Article Details

How to Cite
1.
Sutrisno M, Bakhtiar R, Zulfa MS, Hardian CW, Labi AA, Opiansyah O. PERCEPTION AND EARLY ACTIONS OF FAMILIES FOR FEVER SYMPTOMS ON THE OUTBREAK OF DENGUE HEMORRHAGIC FEVER IN PALARAN PUBLIC HEALTH CENTER SAMARINDA. J Keskom [Internet]. 2020May28 [cited 2020Sep.21];6(1):37-43. Available from: http://jurnal.htp.ac.id/index.php/keskom/article/view/345

References

    Antoinette, L., Gonzales, M., & Banez, M. A. (2012). Revised Guidlines on Fluid Management of Dengue Fever and Dengue Hemorrhagic Fever In Adult. Sri Lanka: Ministry of Health Sri Lanka.

    Ayu, K. U., Badar, K., & Dwi, A. (2015). Kejadian Luar Biasa (KLB) DBD Berdasarkan Time,Place, Person di Puskesmas Boyolali (2011-2013). University Research Colloquium , 108-116.

    Azwar. (2005). Sikap Manusia : Teori dan Pengukurannya. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

    Baratawidjaja, K. G., & Rengganis, I. (2014). Imunologi Dasar Edisi Ke-11. Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

    Darjito, E., Yuniarno, S., Wibowo, Saptaprasetya, D., & Dwi Yanti, H. (2008). Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) Dikabupaten Banyumas. Media Litbang Kesehatan, 18(3).

    Dinkes Kaltim. (2017). Profil Kesehatan Kalimantan Timur Tahun 2016. Samarinda: Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur.

    Ditjen PP & PL. (2013). Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 374/Menkes/Per/III/2010. Jakarta: Kemenkes RI.

    Fauzy, S. S. (2015). Persepsi Masyarakat Terhadap Risiko DBD dan Cara Pencegahannya Di Kelurahan Sendangmulyo Kecamatan Tembalang Kota Semarang Tahun 2014. Semarang: Universitas Dian Nuswantoro.

    Goldman, L., & Schafer, A. I. (2012). Goldman's Cecil Medicine (24 ed.). New York: Elsevier Saunders.

    Guerdan, B. R. (2010). Dengue Fever and Dengue Hemorrhagic Fever. American Journal of Clinical Medicine, 8.

    Guzman, M., & Kouri, G. (2012). Epidemiologic studies on dengue in Santiago de Cuba. 152(9).

    Hadinegoro, S. R., Rezeki, S., Soegijanto, S., Wuryadi, S., & Suroso, T. (2016). Tatalaksana demam berdarah dengue di Indonesia . Jakarta: Direktorat Jenderal Pemberantasan Penyakit Menular dan Penyehatan Lingkungan.

    Handoko, D., Prasetyowati, E. B., & Hartoyo, S. (2011). Modul Pengendalian Demam Berdarah Dengue. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia Direktorat Jendral Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan.

    IDAI. (2015). Buku Ajar Infeksi & Pediatri Tropis Edisi Kedua. Jakarta: Ikatan Dokter Anak Indonesia.

    Kemenkes RI. (2010). Buletin Jendela Epidemiologi: Demam Berdarah Dengue. Jakarta: Pusat data dan Surveilans Epidemiologi.

    Kemenkes RI. (2017). Data Dasar Puskesmas Kondisi Desember 2016. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

    Khudori, A. (2012). Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan pemilihan tempat persalinan pasien poliklinik kandungan dan kebidanan Rumah Sakit IMC Bintaro. Jakarta: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia.

    Khun, S., & Manderson, L. (2007). Health seeking and access to care for children with suspected dengue in Cambodia An ethnographic study. BMC Public Health, 7, 262.

    Masud, F., Butt, T. K., & Ali, M. (2012). Dengue Good Clinical Practice Guidelines 2012. Diambil kembali dari http://esculapio.pk/index.php/dengue-guideline/

    Nasronudin. (2007). Demam Berdarah Dengue. Dalam H. U. Nasronudin, A. Bramantono, Suharto, & E. Soewandojo, Penyakit Infeksi Di Indonesia: Solusi Kini & Mendatang. Surabaya: Badan Penerbit Airlangga University.

    Notoatmodji. (2007). Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku. Jakarta: Rineka Cipta.

    Nurjannah. (2010). Faktor-Faktor yang berhubungan dengan derajat Demam Berdarah Dengue DBD di Kota Makassar. Makassar: Universitas Islam Negeri Alauddin.

    Nursalam, & Pariani. (2001). Pendekatan Praktis Metodologi Riset Keperawatan. Jakarta: Salemba Medika.

    NVBDCP. (2008). Guidelines for Clinical Management of Dengue Fever, Dengue Haemorrhagic Fever, and Dengue Shock Syndrome. Dehli: Directorate of National Vector Borne Diseases Control Programme.

    Qomaruddin, H. B. (2017 ). Aplikasi Health Belief Model Pada Perilaku Pencegahan Demam Berdarah Dengue. Jurnal Promkes Vol. 5 No. 2 Desember 2017, 245 – 255.

    Rachmawati, D. N. (2012). Hubungan Kadar Kolesterol Total dan Kadar Albumin dengan Derajat Infeksi Dengue pada Anak. Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro.

    Ramadhani, N., Aisyah, Sukirman, & Dhini, S. (2014). Faktor-Faktor yang mempengaruhi Perilaku Disfungsional Audit. Accounting Analysis Journal, 133.

    Riandika, A. (2012). Hubungan Antara Tingkat Pengetahuan Ibu Tentang Demam dengan Pengelolaan Demam Pada Anak. Semarang: Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro.

    Rohmansyah, W., Imas, M., Joni, H., & Mara, I. (2010). Gambaran Perilaku Pencarian Pengobatan Penderita Demam Berdarah Dengue di Kabupaten Ciamis Propinsi Jawa Barat. Journal Aspirator, 2(2), 103-109.

    Rothman, A. L. (2011). Immunity to Dengue Virus: a Tale of Original Antigenic Sin and Tropical Cytokine Storms. Immunology Tropical Infection.

    Rothman, A. R., Medin, C. L., Friberg, H., & Currier, J. R. (2013). Immunopathogenesis Versus Protection in Dengue Virus Infection. Current Tropical Medicine Reports.

    Said Devi Elvin, M. &. (2016). Tugas Kesehatan Keluarga Dalam Pencegahan Demam Berdarah Dengue Dengan Pendekatan Health Belief Model . Jurnal Ilmu Keperawatan (2016) 4:2 ISSN : 2338 – 6371.

    Saleh, A. R. (2009). Psikologi; Suatu Pengantar dalam Perspektif Islam. Jakarta: Kencana.

    Sidiek, A. (2012). Hubungan Tingkat Pengetahuan Ibu Mengenai Penyakit Dbd Terhadap Kejadian Penyakit Dbd Pada Anak. Semarang: Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro.

    Soedarmo, S. S., Garna, H., Hadinegoro, S. R., & Satari, H. I. (2015). Buku Ajar Infeksi & Pediatri Tropis Edisi Kedua. Jakarta : Ikatan Dokter Anak Indonesia.

    Soedarto. (2012). Demam Berdarah Dengue. Jakarta: Sagung Seto.

    Suhendro, Nainggolan, L., Chen, K., & Pohan, H. T. (2014). Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Jilid 1 : Demam Berdarah Dengue (6 ed.). Jakarta Pusat: Interna Publishing: Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia .

    Supardi, Sudibyo, Susyanty, & Andi, L. (2010). Penggunaan Obat Tradisional Dalam Upaya Pengobatan Sendiri Di Indonesia. Jakarta: Pusat Penelitian.

    Suranto, A. (2011). Komunikasi Interpersonal. Yogyakarta: Graha Ilmu.

    Syafruddin. (2010). Ilmu Kesehatan Masyarakat . Jakarta: Trans Infomedia.

    Taneja, D., Dewan, D., & Sharma, S. (2014). Guidelines for Homoeopathic Practitioners for Clinical Management of Dengue Fever. New Delhi: Central Council for Research in Homoeopathy Ministry of AYUSH India.

    Valentino, B. (2012). Hubungan Antara Hasil Pemeriksaan Darah Lengkap Dengan Derajat Klinik Infeksi Dengue Pada Pasien Dewasa Di Rsup Dr. Kariadi Semarang. Skripsi Fakultas Kedokteran UNDIP.

    Walgito, B. (2010). Pengantar Psikolog Umum. Yogyakarta: C.V Andi Offset.

    WHO. (2009). Dengue: Guidelines for diagnosis, treatment, prevention and control. (M. B. Nathan, R. D. Drager, & M. Guzman, Penyunt.) Geneva: World Health Organization.

    WHO. (2018, September 13). Dengue and Severe Dengue: Global Burden of Dengue. Dipetik January 22, 2019, dari World Health Organization: https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/dengue-and-severe-dengue.

    WHO SEARO. (2011). Comprehensive Guidelines for Prevention and Control of Dengue and Dengue Haemorrhagic Fever (2 ed.). (C. Prasittisuk, N. Abeysinghe, M. Ghimire, & S. Goods, Penyunt.) New Delhi: World Health Organization, Regional Office for South-East Asia.

    Wilder, S. A., & Gubler, D. (2008). Geographic Expansion of Dengue: the Impact of International Travel. Journal Med Clin Nam, 92, 1377-90.