Tehnik Hipnotis Lima Jari Dalam Menurunkan Kecemasan Pada Keluarga Pasien Di Ruang Intensive Care Unit (ICU) RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau

Authors

  • Susi Erianti STIKes Hang Tuah Pekanbaru
  • Ennimay Ennimay Prodi keperawatan STIKes Hang Tuah Pekanbaru
  • Erna Marni Prodi keperawatan STIKes Hang Tuah Pekanbaru

DOI:

https://doi.org/10.25311/jpkk.Vol1.Iss3.1055

Keywords:

Anxiety, family, five finger hypnosis

Abstract

Anxiety can be a problem if it comes to conditions that affect a person's ability to carry out their activities, what if what causes anxiety has reached a severe level of anxiety that causes a person to experience depression so of course this will result in maladaptive disorders that seeing from physical reactions. And psychological overload. The ICU (Intensive Care unit) is a treatment room that requires hemodynamic monitoring that lasts for twenty-four hours and is a room that requires a  fast and thorough action and is supporting by the use of standardized tools to obtain best results for patient recovery. Patients in the ICU are patients whose condition is unstable so that everything that happens to the patient can only be known by the nurse through good and regular monitoring. To prevent the occurrence of excessive anxiety conditions in the patient's family which results in psychological effects on the family, it is necessary to take preventive measures, one of which is by providing health education to the family to reduce the anxiety felt by the family by using five finger hypnosis techniques. The results of the counseling were related to family knowledge about five-finger hypnosis with a pre-test value of 70% and post-test 89% and the results of the family's ability to perform five-finger hypnosis techniques obtained a pre-test value of 73% and 86% post-test. It is hoped that the family will be able to do the five finger hypnosis technique as a technique to reduce anxiety in the family.

ABSTRAK

Kecemasan dapat menjadi masalah jika sudah sampai kepada kondisi yang mempengaruhi kemampuan seseorang dalam menjalankan aktivitasnya. Kecemasan berat dapat menyebabkan seseorang mengalami depresi yang dapat terlihat dari reaksi fisik dan psikologis yang berlebihan. Ruangan ICU (Intensive Care unit) merupakan ruangan perawatan yang memerlukan pemantauan hemodinamik yang berlangsung selama dua puluh empat jam dan merupakan ruangan yang membutuhkan tindakan yang cepat dan teliti untuk kesembuhan pasien. Pasien di ICU merupakan pasien yang kondisinya tidak stabil sehingga segala sesuatu yang terjadi pada pasien hanya dapat diketahui oleh perawat melalui monitoring yang baik dan teratur. Kegiatan ini bertujuan untuk mencegah terjadinya kondisi kecemasan yang berlebihan pada keluarga pasien yang mengakibatkan efek psikologis terhadap keluarga maka perlu dilakukan tindakan pencegahan, diantara nya adalah dengan memberikan pendidikan kesehatan kepada keluarga tentang penggunaan tehnik hipnotis lima jari. Metode pelaksanaan yang dilakukan dengan memberikan materi tehnik hipnotis lima jari, melakukan role play dan melakukan evaluasi. Kegiatan dilakukan pada pagi hari di ruang tunggu ICU RSUD Arifin Achmad dengan jumlah partisipan sebanyak 18 orang. Penyuluhan dikatakan berhasil jika partisipan mampu mengetahui dan memahami tehnik hipnotis lima jari sebanyak 70%. Hasil kegiatan didapatkan terkait pengetahuan keluarga tentang hipnotis lima jari dengan nilai pre test 70% dan post test 89% dan hasil kemampauan keluarga dalam melakukan tehnik hipnotis lima jari didapatkan nilai pre test 73% dan post test 86%. Dapat disimpulkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan sebanyak 89% dan pemahaman keluarga tentang tehnik hipnotis lima jari sebanyak 86%. Sehingga direkomendasikan pada keluarga untuk bisa melakukan tehnik hipnotis lima jari sebagai salah satu tehnik untuk mengurangi kecemasan pada keluarga.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Affandi, I. M. (2017) ‘Pengaruh Terapi Relaksasi Napas Dalam Dan Hypnosis Lima Jari Terhadap Tingkat Stress Mahasiswa Program Studi Ilmu Keperawatan Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta’.4-8

Asmadi. (2008). Teknik prosedural keperawatan: Konsep dan aplikasi kebutuhan dasar klien. Jakarta: Salemba Medika.

Bailey, J.J., Sabbagh, M., Loiselle, C. G., Boileau, J.,& McVey, L. (2010). Supporting Families in the ICU: a Descriptive Correlational Study of Informational Support, Anxiety, and Satisfaction with Care. ScienceDirect. Intensive and Critical Care Nursing 2010, Vol. 26, Hal. 114-122.

Dorland WA, Newman. (2010). Kamus Kedokteran Dorland edisi 31. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC. p. 702, 1003.

Halgin, R.P & Whitbourne, S.K. (2010). Psikologi Abnormal (Perspektif Klinis Pada Gangguan Psikologis). Jakarta : Salemba Humanika.

Harmoko. (2012). Asuhan Keperawatan Keluarga. Yogyakarta: Pustaka Pelajar

Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1778/MEN KES/SK/XII/2010 tentang Pedoman Penyelenggaraan Pelayanan ICU di Rumah Sakit.

Muhlisin, Abi. (2012). Keperawatan Keluarga. Yogyakarta: Gosyen Publising

Nursalam. (2015). Manajemen keperawatan: aplikasi dalam praktik keperawatan profesional edisi 5. Jakarta: Salemba Medika.

Prabowo, E. (2014). Konsep Dan Aplikasi Asuhan Keperawatan Jiwa (Edisi Pert). Yogjakarta: Nuha Medika.

Ronald, & Sara. (2010). Impact of Chronic Critical Illness on the Psychological Outcomes of Family Members. AACN Adv Crit Care, 21(1), 80–91. doi:10.1097/NCI.0b013e3181c930a3.Impa

Pieter, H.Z., Janiwarti, B., &Saragih, M. (2011). PengantarPsikopatologiuntukKeperawatan.Jakarta: Kencana

Yusuf, A., Rizki, F., & Hanik, E. N. (2015). Buku ajar keperawatan kesehatan jiwa. Jakarta: Salemba Medika..

Downloads

Published

2021-12-31

How to Cite

Susi Erianti, Ennimay, E., & Marni, . E. . (2021). Tehnik Hipnotis Lima Jari Dalam Menurunkan Kecemasan Pada Keluarga Pasien Di Ruang Intensive Care Unit (ICU) RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau. Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas, 1(3), 196–205. https://doi.org/10.25311/jpkk.Vol1.Iss3.1055