Community Empowerment Assistance in Controlling Hypertension, Diabetes Mellitus, and Tuberculosis in Pajalesang Village, Soppeng Regency

Pendampingan Pemberdayaan Masyarakat dalam Pengendalian Hipertensi, Diabetes Melitus, dan Tuberkulosis di Kelurahan Pajalesang, Kabupaten Soppeng

Authors

  • Muhammad Arsyad Acha Hasanuddin University
  • Indra Fajarwati Ibnu Universitas Hasanuddin
  • Pilsa Nurul Azisa Universitas Hasanuddin
  • Zifora Mujahidah Fillah Universitas Hasanuddin
  • Azizah Mei Lifa Universitas Hasanuddin

DOI:

https://doi.org/10.25311/jpkk.Vol6.Iss1.2539

Keywords:

Community Empowerment, Hypertension, Diabetes Mellitus tipe 2, Diabetes Mellitus, Tuberculosis, ABCD, Pajalesang, pemberdayaan masyarakat, hipertensi, tuberkulosis

Abstract

This community service program aimed to empower the community in the control of hypertension, diabetes mellitus, and tuberculosis through asset-based community development (ABCD) and human-centered design (HCD) approaches. The activity was conducted from January 5 to 19, 2026, in Pajalesang Village, Soppeng Regency, as part of Field Learning Practice (PBL) II of the Faculty of Public Health, Hasanuddin University. Participants included village officials, health cadres, community leaders, and residents, with 10–15 attendees per session. Methods included focus group discussions (FGD) for problem identification, asset mapping assistance (six asset categories), root cause analysis (RCA) workshops using fishbone diagrams, and collaborative action plan development. Results showed that the root cause of hypertension was a high-salt and high-fat diet reinforced by the socio-cultural environment and low early detection awareness. The root cause of diabetes mellitus was lack of physical activity and unbalanced dietary patterns. The root cause of tuberculosis was low health literacy about TB, non-adherence to treatment, and household environmental conditions that supported transmission. Asset mapping identified local potentials, including health cadres, posyandu, puskesmas, mutual cooperation values and siri'na pacce, schools, mosques, and medical devices (sphygmomanometers and blood glucose testing devices). The program concludes that integrating ABCD and HCD approaches effectively identifies root causes and maps local assets as a basis for sustainable health interventions.

 

Abstrak

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat dalam pengendalian hipertensi, diabetes melitus, dan tuberkulosis melalui pendekatan asset-based community development (ABCD) dan human-centered design (HCD). Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 5–19 Januari 2026 di Kelurahan Pajalesang, Kabupaten Soppeng, dalam rangka Praktik Belajar Lapangan (PBL) II Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin. Sasaran kegiatan meliputi aparat kelurahan, kader kesehatan, tokoh masyarakat, dan warga dengan jumlah peserta 10–15 orang setiap pertemuan. Metode pelaksanaan meliputi Focus Group Discussion (FGD) identifikasi masalah, pendampingan pemetaan aset (enam kategori aset), workshop analisis akar masalah menggunakan Root Cause Analysis (RCA) dengan diagram fishbone, serta penyusunan rencana aksi bersama masyarakat. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa akar masalah hipertensi adalah pola makan tinggi garam dan lemak yang diperkuat budaya lingkungan sosial serta rendahnya deteksi dini. Akar masalah diabetes melitus adalah kurangnya aktivitas fisik dan pola konsumsi tidak seimbang. Akar masalah tuberkulosis adalah rendahnya literasi kesehatan tentang TB, ketidakpatuhan pengobatan, serta kondisi lingkungan rumah yang mendukung penularan. Pemetaan aset mengidentifikasi potensi lokal meliputi kader kesehatan, posyandu, puskesmas, nilai gotong royong dan siri'na pacce, sekolah, masjid, serta alat kesehatan (tensimeter, alat cek gula darah). Kegiatan ini menyimpulkan bahwa integrasi pendekatan ABCD dan HCD efektif dalam mengidentifikasi akar masalah dan memetakan aset lokal sebagai dasar intervensi kesehatan yang berkelanjutan.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abiddin, N.Z., Ibrahim, I. & Aziz, S.A. (2022). Advocating digital literacy: Community-based strategies and approaches. Academic Journal of Interdisciplinary Studies, 11(1), pp.198-211.

Al Ahsani, N., Haliyah, H., Faradipa, M.A. & Basirah, N. (2023). Sosialisasi Pentingnya Pendidikan Tinggi di Madrasah Aliyah Raudlatul Ulum Ledokombo Jember. Jurnal Al-Tatwir, 10(1), pp.35-44.

Astawa, I.P.M., Pugra, I.W. & Suardani, M. (2022). Pemberdayaan masyarakat lanjut usia dengan pendekatan Asset Based Community Development (ABCD) di Dusun Kawan, Desa Bakas, Kabupaten Klungkung. Bhakti Persada Jurnal Aplikasi IPTEKS, 8(2), pp. 108–116.

Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (2018). Laporan Nasional Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Tahun 2018. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (2018). Laporan Provinsi Sulawesi Selatan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Tahun 2018. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Badan Pusat Statistik Kabupaten Soppeng. (2024). Kecamatan Lili Rilau dalam Angka 2024. Watansoppeng: Badan Pusat Statistik Kabupaten Soppeng. Publikasi Nomor 73120.24018; ISSN 28288262.

Basuki, F.H.A.I., Aknuranda, I. & Perdanakusuma, A.R. (2023). Analisis proses bisnis CV Dinasty menggunakan Root Cause Analysis dan pendekatan Lean. Jurnal Pengembangan Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer, 7(4), pp. 1533–1542.

Bela, H., Annshori, M. & Marshalita, M. (2024). Asset-Based Community Development: Program inovasi Kampung Bantar. Matra Pembaruan: Jurnal Inovasi Kebijakan, 8(1), pp. 61–74.

Blum, H. L. (1981). Planning for Health. New York: Human Sciences Press.

Bourdieu, P. (1990). The logic of practice. Stanford University Press.

Data Across Sectors for Health (2022). Improving health equity through ABCD (Workbook). Illinois: DASH Program Office, Illinois Public Health Institute & Michigan Public Health Institute.

Fitriani, F., Nurjanah, Y. & Herawati, H. (2024). Tinjauan atas penggunaan dana desa untuk layanan sarana dan prasarana masyarakat pada Desa Sukaraja Kecamatan Sukaraja. Jurnal Aplikasi Bisnis Kesatuan, 4(3), pp. 385–396.

García-Lorenzo, C., Martínez, E. & Suddaby, R. (2020). Human-centered design as an approach for developing open educational resources. Sustainability, 12(18), 7397.

Hou, C.-H. (2024). Sustainable and collaborative health promotion in urban communities: Practical implementation and outcomes based on community capital. Sustainability, 16(20), p. 1–15.

Indriani, J. & Saragih, R.D. (2026). Analisis fishbone sebagai metode identifikasi akar masalah dalam manajemen mutu: Telaah teoritis dan implikasi praktis. Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling, 17(2), pp. 1–10.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (2023). Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2022. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Kencana, R.N.W. & Iriani, I. (2025). Analisis order status supply chain management PT. Kepuh Kencana Arum menggunakan metode Root Cause Analysis (RCA). Jurnal Penelitian dan Pengkajian Ilmiah Eksakta, 4(1), pp. 23–34.

Kleinman, A. (1980). Patients and healers in the context of culture. University of California Press.

Martin-Kerry, J., McLean, J., Hopkins, T., Morgan, A., Dunn, L., Walton, R., Golder, S., Allison, T., Cooper, D., Wohland, P. & Prady, S.L. (2023). Characterising asset-based approaches in public health: development of a framework. Health Promotion International, 38(1), 1–12.

McKnight, J. & Russell, C. (2018). Four essential elements of an asset-based community development process. Chicago: Asset-Based Community Development Institute, DePaul University.

Miles, M.B. & Huberman, A.M. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). Sage Publications.

Noerjoedianto, D. & Amir, A. (2017). Perencanaan program kesehatan berbasis masalah dan pemberdayaan masyarakat.

Nutbeam, D. (2000). Health literacy as a public health goal. Health Promotion International, 15(3), 259–267.

O'Neill, T., Finau-Faumuina, B.M. & Ford, T.U.L. (2023). Toward decolonizing STEM: Centering place and sense of place for community-based problem-solving. Journal of Research in Science Teaching, 60(8), pp.1755-1785.

Pemerintah Kabupaten Soppeng (2021). Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Soppeng Tahun 2022. Soppeng: Pemerintah Kabupaten Soppeng.

Pemerintah Kabupaten Soppeng (2025). Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Soppeng Tahun 2026. Soppeng: Pemerintah Kabupaten Soppeng.

Permana, S.S., Salwa, A., Arbani, R.A., Afiyatni, A.Z.N., Dharana, D.H., Lestari, T.K. & Rusman, K.N.F. (2025). Program "CEKATAN" (Cek Tekanan Darah Anda Tanpa Alasan Nanti): Upaya Deteksi Dini Hipertensi di Desa Sukamahi. Kreativitas Pada Pengabdian Masyarakat (Krepa), 5(3), 141-150.

Rogers, E. M. (2003). Diffusion of innovations (5th ed.). Free Press.

Sáinz-Ruiz, P. & Martínez-Riera, J.R. (2022). Community assets for health model and assessment scale: a Delphi-based analysis and expert validation. International Journal of Environmental Research and Public Health, 19(21), 13979.

Solar, O. & Irwin, A. (2022). A conceptual framework for action on the social determinants of health. Geneva: World Health Organization.

Unger, T., Borghi, C., Charchar, F., Khan, N.A., Poulter, N.R. et al. (2020). 2020 International Society of Hypertension Global Hypertension Practice Guidelines. Hypertension, 75(6), pp. 1334–1357.

Usamah, M., Rasyidah, I.S., Hilmawan, F., Malthuvah, S., Bachtiar, Y.M., Fajriyah, L., Afifi, N.R., Yusuf, W.Y.A. & Fitriani, R. (2026). Strengthening social capacity, health, and village governance through the Asset-Based Community Development Approach. Mangun Journal of Sustainable Community Development, 1(1).

Widhianingsih, W. & Wahyuni, H.C. (2024). Strategi peningkatan kualitas sepatu dengan metode Failure Mode and Effect Analysis, Grey Relational Analysis, dan Root Cause Analysis. Innovative Technologica: Methodical Research Journal, 3(3), p. 1–17.

World Health Organization (1986). Ottawa charter for health promotion. Geneva: WHO.

World Health Organization (2022). Global tuberculosis report 2022. Geneva: WHO.

World Health Organization (2023). Global tuberculosis report 2023. Geneva: WHO.

World Health Organization (2024). Diabetes (Fact sheet, 14 November). Geneva: WHO.

Submitted

2026-04-04

Accepted

2026-04-22

Published

2026-05-20

How to Cite

Acha, M. A., Ibnu, I. F., Azisa, P. N., Fillah, Z. M., & Lifa, A. M. (2026). Community Empowerment Assistance in Controlling Hypertension, Diabetes Mellitus, and Tuberculosis in Pajalesang Village, Soppeng Regency: Pendampingan Pemberdayaan Masyarakat dalam Pengendalian Hipertensi, Diabetes Melitus, dan Tuberkulosis di Kelurahan Pajalesang, Kabupaten Soppeng. Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas, 6(1), 44–65. https://doi.org/10.25311/jpkk.Vol6.Iss1.2539

Similar Articles

<< < 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.