The Gancing Program: An Education-Based Health Promotion Effort for Elementary School Students
Program Gancing: Upaya Promotif Kesehatan Cacingan Berbasis Edukasi Pada Siswa Sekolah Dasar
DOI:
https://doi.org/10.25311/jpkk.Vol6.Iss1.2563Keywords:
Cacingan, PHBS, Edukasi Interaktif , Worms, Interactive EducationAbstract
The community service activity through the “GANCING (Gerakan Anti Cacing)” program was conducted at SD Negeri 060885 as a promotive effort to prevent helminth infections among elementary school children. The situational analysis revealed that the low implementation of Clean and Healthy Living Behavior (PHBS), such as not washing hands before eating, not wearing footwear, and poor nail hygiene, were the main factors increasing the risk of soil-transmitted helminths (STH) infection. In addition, health education activities were still ceremonial and not carried out continuously.The method used in this program was Project Based Learning (PBL) through interactive education, visual media, hygiene practice demonstrations, and evaluation using pre-test and post-test. The results showed an increase in students’ knowledge, with the average score rising from 7.63 in the pre-test to 8.60 in the post-test. A total of 52.5% of students showed improvement, 40% remained the same, and 7.5% experienced a decrease. Students also demonstrated positive responses through active participation in discussions, quizzes, and proper handwashing practices. The discussion indicates that interactive educational methods combined with hands-on practice are effective in improving students’ understanding and hygiene behavior. However, continuous reinforcement is needed to ensure long-term behavioral change. This program is expected to increase students’ awareness in implementing PHBS and reduce the risk of helminth infections sustainably.
Abstrak
Kegiatan pengabdian masyarakat melalui program “GANCING (Gerakan Anti Cacing)” dilaksanakan di SD Negeri 060885 sebagai upaya promotif dalam pencegahan penyakit kecacingan pada anak usia sekolah dasar. Analisis situasi menunjukkan bahwa rendahnya penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), seperti tidak mencuci tangan sebelum makan, tidak menggunakan alas kaki, serta kurang menjaga kebersihan kuku, menjadi faktor utama meningkatnya risiko infeksi soil-transmitted helminths (STH). Permasalahan lainnya adalah edukasi kesehatan yang masih bersifat seremonial dan belum berkelanjutan. Metode yang digunakan adalah Project Based Learning (PBL) melalui edukasi interaktif, penggunaan media visual, demonstrasi praktik higiene, serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Hasil menunjukkan Sebanyak 21 siswa (52,5%) terbukti sukses mengalami kenaikan skor (status naik) dari nilai awal mereka, dan didukung oleh 16 siswa (40%) yang menunjukkan penguasaan materi yang konsisten dengan mempertahankan skor tetap mereka. Nilai tertinggi sempurna yaitu 10 berhasil diraih pada tahap post-test oleh beberapa siswa, di antaranya adalah Fanmiko, Dila, dan Rifki.. Selain itu, siswa menunjukkan respon positif melalui partisipasi aktif dalam diskusi, kuis, dan praktik mencuci tangan pakai sabun. Pembahasan menunjukkan bahwa metode edukasi interaktif dan praktik langsung efektif dalam meningkatkan pemahaman serta membentuk perilaku higiene siswa. Namun, diperlukan penguatan edukasi secara berkelanjutan agar perubahan perilaku dapat bertahan dalam jangka panjang. Program ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran siswa dalam menerapkan PHBS serta menurunkan risiko kecacingan secara berkelanjutan.
Downloads
References
Chadijah, S., Sumolang, P. P., & Veridiana, N. N. (2014). Hubungan Pengetahuan, Sikap, dan Perilaku Masyarakat dengan Kejadian Kecacingan di Kota Palu. Jurnal Vektor Penyakit, 8(1), 21–28.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2017). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 15 Tahun 2017 tentang Penanggulangan Cacingan. Jakarta: Kemenkes RI.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2018). Pedoman Pengendalian Kecacingan. Jakarta: Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2020). Pedoman Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di Sekolah. Jakarta: Kemenkes RI.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022). Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Kecacingan. Jakarta: Kemenkes RI. https://kemkes.go.id/
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. (2019). Usaha Kesehatan Sekolah dan Madrasah (UKS/M). Jakarta: Kemendikbud RI.
Mumpuni, Y. (2013). Cara Cerdas Mengatasi Cacingan. Yogyakarta: Andi Offset.
Suprapto, S., & Arda, D. (2021). Pemberdayaan Masyarakat Melalui Penyuluhan Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat (PHBS) Dalam Meningkatkan
Derajat Kesehatan Masyarakat Wilayah Kerja Puskesmas Barombong. Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas (Journal of Community Health Services), 1(2), 77–87.
UNESCO. (2021). Health Promoting Schools: Global Standards and Indicators. Paris: UNESCO.
UNICEF. (2021). Hand Hygiene for All Initiative: Improving Handwashing Practices in Schools. New York: UNICEF.
UNICEF. (2022). Hand Hygiene for Children and Schools. New York: UNICEF. https://www.unicef.org/
World Health Organization. (2017). Guideline: Preventive Chemotherapy to Control Soil-Transmitted Helminth Infections in At-Risk Population Groups. Geneva: WHO Press.
World Health Organization. (2020). Guidelines on Sanitation and Health. Geneva: WHO.
World Health Organization. (2022). Soil-Transmitted Helminth Infections. Geneva: WHO.
World Health Organization. (2023). Soil-Transmitted Helminth Infections. Geneva: WHO. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/soiltransmitted-helminth-infections
Downloads
Submitted
Accepted
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.











